Marah


Otentik News

Oleh: Misan Samsuri*

Tulisan berikut berasal dari laman otentiknews.com, yang dimuat Rabu, 21 Mei 2014.

Menarik menyimak reaksi para pejabat negara akhir-akhir ini, terutama saat menyaksikan sejumlah kelalaian bawahannya atau ketika petugas lapangan kedapatan mendapat upeti dari pihak swasta. Respon sejumlah  pejabat  pemerintah daerah tersebut (umumnya) berupa suara tinggi, dengan mimik sangar, tatapan melotot dan tak lupa tunjuk sana-sini.

Ekpresi seperti itu sering diasumsikan sebagai bentuk kemarahan. Karena marah identik dengan tatapan, intonasi dan style yang tiba-tiba berbeda dari sebelumnya. Apalagi jika yang marah adalah sosok yang memiliki kedudukan atau kekuasan yang lebih tinggi, maka perubahan pada fisik dan panca inderanya terlihat jelas.

Namun demikian, meski marah acap kali dikonotasikan sebagai sifat negatif, kemarahan bisa juga memacu intensitas dan efektifitas kinerja seseorang. Dalam bidang birokrasi misalnya, kemarahan atasan bisa mempercepat penyelesaian suatu pekerjaan sekaligus memotivasi bawahan untuk giat bekerja. Pertanyaanya, apa hanya marah yang bisa menggerakkan itu semua?. Tentu…

Lihat pos aslinya 1.260 kata lagi

Tentang MARJANI UNTUK PENDIDIKAN

Blog ini dikelola oleh seorang guru yang bertugas di SMP Negeri 7 Batang Hari Leko, diperuntukan buat para guru, pelajar dan seluruh masyarakat peduli Pendidikan (masyarakat Pendidik)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.