Baratayudha Tak Terhindarkan Sebagai Jalan Membasmi Mentalitas Kurawa Yang Menjunjung Tinggi Ketamakan Dan Pengkhianatan (5)


Otentik News

Oleh: Haris Rusly*

Tulisan berikut berasal dari laman otentiknews.com, yang dimuat Selasa, 3 Juni 2014.

Redaksi mendapat pesan BBM dari Haris Rusly. Pesan yang juga dikirim ke banyak kontak tersebut, kami tampilkan kembali sesuai aslinya. Semoga bermanfaat.

Perang saudara atau baratayudha antara putra Pandu atau sering disebut Pandawa Lima dengan anak-anak nya Destarata atau Kurawa (wangsa Kuru), tak terhindarkan akibat ditimbunnya benih perpecahan di dalam tubuh keluarga Hastinapura.

Operasi perang fikiran dan adu domba yang dilakukan oleh Sangkuni sangat efektif dan berhasil membelah keluarga kerajaan Hastinapura menjadi dua faksi besar.

Api permusuhan dan ketamakan yang ditanamkan Sangkuni ke dalam jiwa anak-anak Destarata, seperti Duryodhono, dan lain-lain. untuk melawan dan menghabisi Pandawa Lima telah membara dan mendidih.

Ketika benih-benih perpecahan, ketamakan, pengkhianatan telah berhasil ditanamkan ke dalam jiwa-jiwa para pengeran Hastinapura, menjalar bagaikan wabah penyakit, maka jalan memusnahkan wabah tersebut tak bisa lagi dengan cara-cara terapi dan penyadaran.

Bheesma Putra Gangga…

Lihat pos aslinya 132 kata lagi

Tentang MARJANI UNTUK PENDIDIKAN

Blog ini dikelola oleh seorang guru yang bertugas di SMP Negeri 7 Batang Hari Leko, diperuntukan buat para guru, pelajar dan seluruh masyarakat peduli Pendidikan (masyarakat Pendidik)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.