Sosok guru dalam arti sebenarnya


PENDIDIKAN 3T LEMBATA

Terinspirasi dari pesan guru matematikaku di SMA Efata SOE, tahun 2003 silam. “Tunliu” hanya sepenggal nama itu yang ku ingat.Berikut pesannya “jika ingin menjadi jutawan, maka jangan memilih berprofesi sebagai guru. Sebab menjadi guru berarti siap untuk hidup miskin. Hal inilah yang membuatku untuk mau menjadi guru. Ingin belajar melayani tanpa berharap lebih. Tujuanku seperti yang diamanatkan undang-undang yang tertuang dalam pembukaan undang-undang dasar 1945 “mencerdaskan kehidupan bangsa”

Dengan pilihan hidup seperti ini, tentunya sangat berpengaruh dengan ekonomi keluarga. Sekedar membenarkan pesan guru SMAku dan pernyataanku tersebut, berikut sebuah cerita. Pernah aku berjumpa dengan seorang pegawai dinas perhubungan ketika liburan semester tahun 2004 silam yang juga salah satu anggota keluargaku. Ada satu pertanyaan dan juga sindiran dalam dialog kami. Begini pertanyaan beliau “dimana kuliahnya, dan apa urusannya?” Setelah menjawab pertanyaannya, saya ditertawakan sambil berkata “di jaman seperti ini, masih ingin menjadi guru?”. Jawabanku sederhana “panggilan hidup”

Namun karena ketegaran hati…

Lihat pos aslinya 240 kata lagi

Iklan

Tentang MARJANI UNTUK PENDIDIKAN

Blog ini dikelola oleh seorang guru yang bertugas di SMP Negeri 7 Batang Hari Leko, diperuntukan buat para guru, pelajar dan seluruh masyarakat peduli Pendidikan (masyarakat Pendidik)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.