Terkutuklah Dunia Sekolahan!


hilmanfirdaus

Aku menghabiskan waktu dua hari untuk menyalin ulang jawaban 32 siswa, yang masing-masing siswa mendapatkan dua kali kesempatan untuk menjawab soal yang sama. Kesempatan pertama mereka peroleh ketika belum memasuki materi pelajaran, sementara kesempatan kedua mereka peroleh setelah materi pelajaran itu selesai. Dengan demikian akan ditemukan apakah ada perbedaan atau tidak antara sebelum dan sesudah mendapatkan materi pelajaran.

Tetapi, di penghujung pekerjaan menyalin ulang jawaban itu, aku justru tertarik pada bagaimana mereka mengemukakan jawaban-jawaban mereka. Sebagian ada yang sama persis dengan buku teks sehingga kalimat mereka tersusun dengan rapi dan jawaban yang mereka kemukakan pun benar. Sebagian lagi ada yang dengan percaya diri menjawab soal sendiri meskipun hasilnya adalah jawaban yang ngawur dan struktur kalimat yang berantakan.

Aku tertegun ketika menyadari betapa mereka yang jawabannya tidak benar dan struktur kalimat yang berantakan itu sebenarnya sedang menunjukkan siapa dirinya, dan “sistem” yang berlaku di sekolah akan “menghukum” jawaban seperti itu dengan…

Lihat pos aslinya 217 kata lagi

Tentang MARJANI UNTUK PENDIDIKAN

Blog ini dikelola oleh seorang guru yang bertugas di SMP Negeri 7 Batang Hari Leko, diperuntukan buat para guru, pelajar dan seluruh masyarakat peduli Pendidikan (masyarakat Pendidik)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.