Budaya Positivisme dan Problematika Pendidikan Karakter di Indonesia


Gelora Nurani - Arif Novianto

Abstak

Pendidikan dapat dianalogikan seperti dua mata pedang, artinya pendidikan di satu sisi dapat digunakan untuk membantu dan membebaskan manusia sedangkan pendidikan disisi yang lain dapat digunakan untuk mengekang dan mengancam kemerdekaan manusia. Itu semua tergantung siapa yang memegang mazhab pendidikan tersebut dan apa kepentingan yang melatarbelakanginya. Ketika ranah pendidikan terkungkum didalam dominasi Kapitalisme, maka dampak yang paling nyata dari pendidikan tersebut adalah digunakannya ”Culture Positivism” didalam mengeklusi nilai-nilai pendidikan. Yang dimana mengakibatkan Institusi pendidikan dimetamorfosiskan menjadi Industrialisasi peserta didik yang hanya mengorientasikan para peserta didiknya untuk beradaptasi terhadap dunia Industri semata, dan menghilangkan jiwa ktitisme dari pendidikan. Keadaan tersebut pasti akan mengakibatkan munculnya berbagai problematika didalam pembentukan Karakter setiap manusia. Sehingga dengan melakukan analisis terhadap masalah yang ditimbulkan oleh budaya Positivisme diatas, maka kita dapat mengelaborasi pengaruhnya terhadap penciptaan problematika Pendidikan Karakter di Indonesia serta didalam melihat fenomena-fenomena seperti korupsi dan maraknya Politik Uang di Indonesia sekarang ini.

Keywords:…

Lihat pos aslinya 407 kata lagi

Tentang MARJANI UNTUK PENDIDIKAN

Blog ini dikelola oleh seorang guru yang bertugas di SMP Negeri 7 Batang Hari Leko, diperuntukan buat para guru, pelajar dan seluruh masyarakat peduli Pendidikan (masyarakat Pendidik)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.