Pemimpin di “depan” bukan di “atas”


Person Blog - Abrar Dillahi

Filosofi menjadi pemimpin bagi saya, bisa diringkas dalam satu kata saja, yaitu di depan. Bagi saya, menjadi seorang pemimpin berarti memiliki kualifikasi “berada di depan”, bukannya “di atas”.

Pemimpin “di atas” menggunakan hanya jari telunjukknya untuk menyatakan “kerjakan”, sementara pemimpin yang “di depan” menggunakan seluruh jari tangannya untuk menyatakan “mari kita lakukan”. Pemimpin “di atas”, menggunakan seluruh jari tangannya untuk “memukul”, sementara yang “di depan” menggunakan seluruh jari tangannya untuk “mengajak”. Pemimpin “di atas” menggunakan tangannya untuk “mematahkan”, sementara pemimpin “di depan” menggunakan tangannya untuk “menyatukan”. Pemimpin yang “di atas”, menggunakan jempolnya untuk memuji sementara keempat jemari lainnya terarah kepadanya, sementara pemimpin yang “di depan” menggunakan kelima jarinya untuk “menarik” dan “mendorong”.

Lihat pos aslinya 507 kata lagi

Tentang MARJANI UNTUK PENDIDIKAN

Blog ini dikelola oleh seorang guru yang bertugas di SMP Negeri 7 Batang Hari Leko, diperuntukan buat para guru, pelajar dan seluruh masyarakat peduli Pendidikan (masyarakat Pendidik)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.