Proyek Besar Berbuah Manis


Diary Kehidupan

Mempunyai keturunan, entah satu, dua tiga, lima, atau bahkan lebih dari sepuluh anak dari satu rahim dan satu ayah. Di awal bolehkah kita sepakati? Bahwa cepat lambat menikah seseorang itu bukanlah suatu prestasi yang harus diperlombakan? Yang lamban menikah berarti kalah. Bukan itu! Yang bisa dijadikan prestasi adalah bagaimana setelah itu, yaitu mendidik mereka anak-anak menjadi seseorang yang berakhlak. Yang mengenal akan Tuhannya, yang takut akan murka Tuhannya dan bertindak sesuatu dengan alasan “Aku melakukan semuanya Karena Tuhanku menyukainya”. Anak-anak yang sholih/sholihah.

Mengandung, kemudian melahirkan, membesarkan dan mendidik anak itu adalah perjuangan si ibu. Ia sebagai manajer keluarga yang berhak memanage anak-anaknya. Bagaimana si ibu mengenalkan Tuhannya dan memberikan pengertian bahwa Tuhannya adalah Maha Penyayang, Maha kaya, Maha Tinggi dan ada banyak 99 asmaul husna-nya. Menjadikan anak-anaknya sebagai teman dimana mereka nyaman untuk bercerita kepada ibunya, teman curhat yang pertama kali mendengarkan keluhan yang mereka alami hari ini.

Lihat pos aslinya 533 kata lagi

Iklan

Tentang MARJANI UNTUK PENDIDIKAN

Blog ini dikelola oleh seorang guru yang bertugas di SMP Negeri 7 Batang Hari Leko, diperuntukan buat para guru, pelajar dan seluruh masyarakat peduli Pendidikan (masyarakat Pendidik)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.