Taman Mini, Tidak Cukup Lima Kali


djangki

 Jika dihitung, maka sudah lima kali saya mengunjungi taman mini. Ngapain aja disana? Wah..banyak sekali yang bisa dilakukan dan dilihat disana. Pertama kali ke taman mini lebih fokus melihat anjungan daerah tiap provinsi di Indonesia. Sayangnya tidak semua anjungan buka.


Pintu utama Taman Mini dan Nitra, hanoman putih simbol Taman Mini

Oya, di Taman Mini dibangun sebuah anjungan khusus untuk warga keturunan Tionghoa. Kabarnya sempat mau dibuat rumah adat Tiongkok. Namun, warga Tionghoa akhirnya menghendaki adanya taman bernuansa Tiongkok saja.


Taman Tionghoa

Kali ke dua adalah waktu IMMSU Sumatera Utara, organisasi di kampus mau bikin pameran di kampus yang bernama Heritage and Organda Expo. Kami memerlukan datang ke Taman Mini untuk memeperoleh informasi model rumah adat berbagai suku di Sumatera Utara.


Tugu Pancasila

Selanjutnya yang ketiga kalinya saya ke Taman Mini adalah saat menemani adik saya jalan-jalan ke Jakarta. Adik saya kurang suka melihat-lihat rumah adat, melainkan lebih tertarik mengunjungi…

Lihat pos aslinya 126 kata lagi

Iklan

Tentang MARJANI UNTUK PENDIDIKAN

Blog ini dikelola oleh seorang guru yang bertugas di SMP Negeri 7 Batang Hari Leko, diperuntukan buat para guru, pelajar dan seluruh masyarakat peduli Pendidikan (masyarakat Pendidik)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.